Senin, 18 Oktober 2021

Dekat Ibukota Kabupaten, Kampung Muara Asa ‘Blankspot’ Sinyal Telekomunikasi

28 September 2021
Keterangan Foto : Petinggi Kampung Muara Asa, Eliyakim (kanan), dalam wawancara dengan Mahakampos.com di kediamannya, Kampung Muara Asa, Sabtu 25 September 202. (Foto : Dok.Mahakam Pos).

 

 

Petinggi Eliyakim : Ini kebutuhan urgent bagi masyarakat

 

Kubar, Mahakampos.com– Untuk menjangkau Kampung Muara Asa, dari Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, memerlukan waktu sekitar 27 menit menggunakan kendaraan bermotor. Karena berjarak 15,5 kilometer (KM).

Tak terlalu jauh jarak Kampung Muara Asa. Masih berada dalam lingkup Kota Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, yang merupakan satu dari 3 kecamatan Ibukota Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Petinggi (Kepala Kampung) Muara Asa, Eliyakim mengatakan hingga kini derita warga Muara Asa adalah masalah sinyal telekomunikasi yang tidak dapat dijangkau di kampung itu.
Menurutnya, saat ini 21 tahun usia Kabupaten Kubar sejak mekar dari Kabupaten Kutai pada 1999 silam. Tapi Kampung Muara Asa yang merupakan bagian dari 12 kampung dalam wilayah Kecamatan Barong Tongkok, masih ‘Blankspot’ sinyal telekomunikasi.
“Sinyal telekomunikasi telepon dan internet, tidak ada. Padahal Kampung Muara Asa masih dalam wilayah Kota Sendawar,” jelasnya kepada Mahakampos.com di Muara Asa, Sabtu (25/9/2021).

Eliyakim menuturkan, sinyal telekomunikasi (telepon/internet) paling dibutuhkan warganya saat ini. Dia membeberkan bahwa Kampung Muara Asa terdiri dari 5 Rukun Tetangga (RT), berpenduduk sebanyak 270 Kepala Keluarga (KK) dengan total mencapai 902 jiwa.
“Sangat kasihan anak-anak sekolah dan kuliah yang pada masa pandemi Covid-19 ini harus belajar jarak jauh dengan menggunakan sinyal telekomunikasi dan internet, terpaksa harus mencari daerah yang ada sinyal digunung jauh,” tuturnya.
“Sinyal telekomunikasi internet dan telepon sangat urgen dibutuhkan. Tapi kondisi itu sampai sekarang masih tetap blankspot,” timpa Eliyakim.

Petinggi Eliyakim mengungkapkan, sejak tahun 2017 lalu dia sudah mengusulkan ke Pemkab Kubar. Yakni ke Bupati, juga masuk ke Diskominfo Kubar. Agar Kampung Muara Asa dibantu penguatan sinyal telekomunikasi.
“Karena kewenangan pusat, sampai sekarang kami hanya tinggal menunggu. Padahal telkomsel sudah sering datang ke Muara Asa. Pemerintah kampung sudah ada menyiapkan tanah hibah untuk lokasi mendirikan menara tower,” bebernya.

Keterangan Foto : Lidia (28), warga Kampung Muara Asa. Berharap segera didirikan tower (menara) telekomunikasi. Agar Kampung Muara Asa terbebas dari ‘Blankspot’ sinyal telekomunikasi.(Dok.Mahakam Pos).

Petinggi Eliyakim menyebut, kebutuhan utama Kampung Muara Asa saat ini adalah sinyal telekomuikasi. Warganya berharap Muara Asa dapat seperti kampung lainnya di Kubar. Agar bisa merasakan bebas berkomunkasi melalui telepon, WA, SMS, dan jaringan internet, dijangkau dari dalam rumah masing-masing.
“Ini adalah aspirasi masyarakat. Saya berharap agar Kementerian Kominfo RI mendengar keluhan kami. Karena memang masalah telekomunikasi ini merupakan kewenangan pusat,” tandasnya.

Pantauan langsung Mahakampos.com, di Kantor Petinggi Muara Asa, terpasang satelit telekomunikasi. Yakni kerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo.
“Benar, itu dibantu kerjasama oleh Pemkab Kubar dengan BHAKTI. Namun pemakaian sangat terbatas. Sinyal telekomunikasinya hanya mampu digunakan untuk 20 sambungan telepon atau internet,” kata Eliyakim.
“Itu selama 24 jam saya bebaskan untuk warga. Kalau ada keperluan mendesak, anak sekolah, kuliah, dan urusan kantor lainnya, bisa datang pakai internet di kantor petinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Lidia (28), ibu rumah tangga, yang merupakan warga RT.05 Kampung Muara Asa. Mengaku sedih belum bisa menikmati sinyal telekomunikasi dan internet seperti kampung lainnya di Kubar.
“Kalau mau nelpon, SMS, WA, dan internet ke keluarga dan kawan-kawan, saya harus pergi ke gunung diujung kampung. Itupun kalau cuaca buruk, samasekali tidak ada sinyal,” ungkapnya.

Lidia berharap agar pemerintah mendengarkan keluhan warga Muara Asa. Untuk secepatnya bisa di pnatau kondisi blankspot di kampung itu.
“Kami berharap harusnya cepat didirikan menara tower. Biar segera ada jaringan telekomunikasi didalam rumah. Tidak harus keluar seperti sekarang ini,” tandasnya.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *