Senin, 18 Oktober 2021

Direndam Banjir, Petani Semangka di Muara Kedang Merugi

21 September 2021
Keterangan Foto : Kebun semangka milik Eko Sukamto di Kampung Muara Kedang, Kecamatan Bongan, Kutai Barat, direndam banjir, akibat luapan Sungai Bongan, Minggu 19 September 2021. (Foto : Istimewa).

 

Kubar, mahakampos.com– Banjir besar akibat meluapnya Sungai Mahakam dan Kedang Pahu, bahkan sejumlah anak sungai lainnya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam sepekan terakhir, mengisahkan pilu para petani disejumlah daerah dataran rendah di Kubar.

Sedikit kilas balik, banjir besar sepekan lalu, juga membuat akses darat Trans Kaltim di Kem Baru, Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang, terendam.
Termasuk di Kecamatan Siluq Ngurai dan Bongan, sejumlah kampung di dua kecamatan itu juga terendam banjir.
Selain rumah, harta benda dan ternak, juga areal pertanian berupa ladang dan kebun warga ludes terendam banjir.
Diantaranya, Eko Sukamto, petani semangka di Kampung Muara Kedang, Kecamatan Bongan. Dia hanya termangu. Debit banjir yang merendam kawasan Muara Kedang, sudah dua malam terakhir, hingga Minggu (19/9/2021) mengakibatkan buah semangka di kebunnya membusuk.

“Kebun semangka dengan luas sekitar 7 hektare di kampung Muara Kedang habis tenggelam,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (19/9/2021).
Eko Sukamto berasal dari Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Semangka yang ditanamnya merata bibit pilihan. Diantaranya jenis semangka merah tanpa biji, bibitnya Madrid, Arsenal, dan Amara. Sehingga tak sedikit peminat yang lebih dulu memesannya sebelum masa panen.

“Akibat terendam banjir, hanya sebagian buah semangka yang bisa di panen. Sejak Minggu (19/9/2021) mulai dipetik buah yang sudah masuk usia panen, sekitar 30 hari setelah disilangkan,” ujar Eko, dan mengatakan sejak awal telah berencana saat panen raya akan mengundang Bapak Camat Bongan.
Eko yang selama tujuh tahun telah menggeluti bertani semangka membeberkan, meski belum masa panen, semangka di kebunnya merata sudah pesanan orang. Dia menyebut, terbanyak pembeli dari Kota Samarinda.
“Harga bervariasi. Tapi merata Rp4 ribu per kilo,” ucapnya.

Dia juga mengakui bahwa, dari luasan 7 hektare lahan kebunnya, setiap panen normal mampu menghasilkan 70 ton buah semangka.
“Jadi kalau tidak ada banjir atau hama dan rintangan lainnya, jika habis terjual buah semangka 70 ton, bisa menghasilkan Rp 50 juta,” tukasnya.
Eko juga tak memungkiri akibat banjir tahun ini, membuat kebun semangkanya gagal panen.
Sekadar diketahui, banjir beberapa hari lalu yang merendam Kampung Muara Kedang, Penawai, dan Muara Siram, disebabkan oleh meluapnya Sungai Bongan.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *