Senin, 18 Oktober 2021

DKPP Mahulu Menggelar SLPHT

16 September 2021
Keterangan Foto : Kepala DKPP Mahulu, Saripudin bersama PPL se-Mahulu dan narasumber dari BPPSDM Provinsi Kaltim, dalam SLPHT pada hari pertama di Kantor DKPP Mahulu, Ujoh Bilang, Kamis 16 September 2021. (Foto : Dok.DKPP Mahulu/Mahakam Pos)

 

Membekali PPL persiapan pembukaan 3 ribu hektare ladang se-Mahulu

 

Mahulu, mahakampos.com– Guna meningkatkan penghasilan petani Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu melaksanakan pelatihan bagi pendamping dalam rangka pengelolaan tanaman terpadu, padi ladang. Yakni melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). Acara itu berlangsung di Kantor DKPP Mahulu, Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, selama dua hari, sejak Kamis (16/9/2021).

SLPHT yaitu salah satu metode penyuluhan dalam penerapaan Pengendalian Hama Tanaman (PHT). Untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),” terang Kepala DKPP Mahulu, Saripudin kepada Mahakampos.com, Kamis (16/9/2021).

Dia menuturkan, melalui SLPHT yang berlangsung selama dua hari, Kamis (16/9) hingga Jumat (17/9), DKPP Mahulu berupaya mewujudkan petani sebagai ahli PHT. Yaitu sebagai manajer yang mampu mengatasi segala permasalahan di lahan pertanian.
“Namun dengan pendampingan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ungkapnya.

SLPHT yang dilaksanakan oleh DKPP Mahulu ini, pesertanya terdiri para PPL se-Mahulu. SLPHT tersebut dilaksanakan untuk persiapan pembukaan 3 ribu hektare ladang masyarakat pada 50 kampung di 5 kecamatan se-Mahulu pada tahun 2021 ini.
“Dalam rangka pendampingan pembukaan ladang 10 hektare per kampung pada 2021. Totalnya ada 3 ribu hektare ladang se-Mahulu pada tahun ini,” beber kadis.

Saripudin mengungkapkan, sebanyak 34 dari total 38 PPL se-Mahulu dibawah kendali DKPP, hadir sebagai peserta dalam SLPHT itu. Narasumber dalam acara itu dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Pertanian Provinsi Kalimantan Timur.
“Tujuan utama SLPHT, agar PPL mampu mendampingi petani dalam mengelola pertanian berladang, bercocok tanam padi, dan juga berkebun” ujarnya.

Saripudin menyebut, setelah mengikuti SLPHT, diharapkan para PPL dapat mendampingi petani/peladang. yakni mulai dari pemilihan benih (bibit) padi yang berbobot. Karena jika benih bagus, maka hasil panen akan bagus.
“Juga dalam pengendalian hama. Tidak harus disemprot menggunakan insektisida. Bisa menggunakan obat organik,” urainya.

Hari Kedua Praktik
———————————
Pada hari kedua pelaksanaan SLPHT di DKPP Mahulu, Jumat (17/9/2021), PPL yang menjadi peserta dalam acara itu akan dilatih praktik. Langsung dalam pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori di hari pertama.
“Termasuk praktik membuat pembasmi hama secara alami (organik),” ucapnya.

 

Saripudin merinci bahwa, totalnya ada 38 PPL dibawah DKPP Mahulu. Dia berpesan kepada para PPL yang menjadi peserta SLPHT, agar ilmu yang di dapat bisa diaplikasikan dan diterapkan dengan baik kepada petani se-Mahulu.
“Disesuaikan dengan kondisi lapangan pada 50 kampung se-Mahulu. Agar bisa mengurangi hama dan selektif dalam memilih bibit padi ladang bagi petani,” tuturnya.

Kadis juga berharap, agar para petani tidak hanya meunggu PPL. Tetapi cari dan datangi PPL, lakukan konsultasi pertanian dalam mengelola ladang.
“Kelola usaha tani (ladang) dan bantuan pertanian dari Pemkab sebaik-baiknya. Hasilnya digunakan untuk masyarakat (petani) sendiri,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara tersebut dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, Guna mengantisipasi paparan Covid-19.(imn/red) 

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *