Senin, 18 Oktober 2021

DPRD dan Pemkab Kubar Gelar Rapat Paripurna, Mendengarkan Pidato Presiden

16 August 2021
Ketua DPRD Kubar, Ridwai SH, memimpin Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda utama mendengarkan pidato Presiden RI, Senin 16 Agustus 2021. (Foto :Tim Redaksi MP).

 

Kubar, mahakampos.com– DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menggelar Rapat Paripurna Istimewa, dengan agenda utama Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gedung DPRD Kubar, Sendawar, secara virtual, Senin (16/8/2021).

Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD di Sendawar itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kubar, Ridwai SH. Hadir para Anggota DPRD Kubar, juga Sekretaris DPRD Kubar, Rinatang. Rapat Paripurna itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap jajaran Pemkab Kutai Barat. Bupati Kubar, FX Yapan SH mengikuti sidang paripurna tersebut secara virtual melalui Video Conference dari Kantor Bupati Kubar di Sendawar. Termasuk Wakil Bupati H Edayanto Arkan SE, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Kubar.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-76, diawali dengan penyampaian soal kondisi Indonesia di tengah pandemi ini.
“Pandemi ini seperti kawah Candradimuka yang merupakan tantangan sekaligus mengasah dan menguji kebersamaan kita. Itulah proses untuk bangsa yang tahan banting dan kokoh dalam setiap pertandingan,” kata presiden dalam pakaian adat Suku Baduy yang dikenakannya.

Ia mengatakan kemerdekaan ini merupakan perjuangan keras bangsa, termasuk setiap resesi yang telah mampu dijalani bangsa setelah kemerdekaan. Adaptasi terhadap kebiasaan baru saat ini telah merubah cara-cara kehidupan bangsa untuk semakin kreatif dan inovatif menghadapi Revolusi Industri 4.0.
“Kapasitas lembaga negara menjadi responsif dan konsolidatif selama pandemi. Birokrasi pusat hingga desa bergerak terpadu dalam penanganan Covid-19. Saya meyakini, dengan sikap responsif itu, akan memperkokoh ketahanan bangsa,” katanya.

Ditegaskannya, upaya pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan untuk menyatukan bangsa sekaligus mempermudah akses perekonomian. Diakuinya pula, pandemi telah menghambat pertumbuhan ekonomi tapi pemerintah tetap fokus pada perekonomian masyarakat dan investasi.
“Realisasi investasi sekitar Rp 442 triliun dimana 51 persen ada di Pulau Jawa yang telah menyerap 600 ribuan tenaga kerja. Kolaborasi dalam dunia usaha akan membangun usaha yang berbasis teknologi,” lanjutnya, sembari menambahkan, “Mari kita saling menjaga dan saling membantu. Saya juga menyadari banyaknya kritikan terhadap pemerintah yang belum mampu menyelesaikan semuanya. Indonesia tangguh Indonesia tumbuh hanya bisa dilakukan secara bersama-sama dalam rangka meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan.”

Sebelum pidato kenegaraan, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan pengantar sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD RI. Dalam sambutannya, ia mengatakan di tengah kondisi pandemi ini Indonesia tetap harus bersyukur dalam peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus besok.

Ia meyakini semangat perjuangan dapat membuat Indonesia bertahan dalam badai pandemi ini. Untuk itu, masyarakat dihimbau tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19.
“Kita semua merasakan dampaknya, terutama di bidang ekonomi masyarakat. Pandemi ini juga memaksa kita untuk beradaptasi dengan cara-cara baru dalam penanggulangan Covid-19. Berimbas pula di bidang pendidikan dengan pembelajaran jarak jauh yang bisa mempengaruhi pembangunan karakter anak,” katanya, dalam salah satu poin sambutannya.

Dikatakannya pula, upaya vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid-19 perlu didukung semua pihak. Termasuk, upaya menggalakkan vaksinasi ideologi untuk mempertahankan ideologi Pancasila.
“Hal itu mampu mencegah rusaknya ideologi bangsa di tengah pandemi ini,” tegasnya.

Sambutan dilanjut dengan pidato Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Pada kesempatan itu, ia mengaku sangat mendukung upaya keras pemerintah selama ini dalam penanganan Covid-19.

Dalam momentum 16 Agustus 2021, Ketua DPR RI, Puan Maharani juga menyampaikan pidato penutupan masa persidangan DPR. Pidato didahului dengan rapat paripurna, yang salah satu agendanya pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (Otsus Papua). (imn*/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *