Senin, 18 Oktober 2021

Kebakaran di Kampung Mendika, 3 Unit Rumah dan 3 RBW Jadi Arang

10 October 2021
Keterangan Foto : Kebakaran di Kampung Mendika, Kecamatan Damai, Kabupaten Kubar, Sabtu 9 Oktober 2021, sekitar pukul 17.40 Wita. (Foto :Istimewa)

Kubar, Mahakampos.com – Sebanyak 3 unit rumah dan 3 bangunan Rumah Burung Walet (RBW) milik warga RT 01 Kampung Mendika, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), ludes jadi arang, dalam musibah kebakaran, Sabtu (9/10/2021) sekitar pukul 17.40 Wita, sore.

Kapolres Kubar, AKBP Irwan Yuli Prasetyo, melalui Kepala Polsek Damai, Iptu Sunarto menjelaskan, penyebab kebakaran itu diduga sumber api berasal dari korsleting listrik arus pendek.
“Api diduga berasal dari salah satu rumah warga, dan terus merambat membesar. Pada saat terjadi kebakaran, pemilik rumah sedang berada di luar Kubar. Karena sedang berobat,” beber Iptu Sunarto, dikonfirmasi wartawan Sabtu petang.

Kapolsek menuturkan, bangunan rumah dan RBW milik warga tersebut merata terbuat dari bahan baku kayu. Sehingga api cepat melahapnya. Warga bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya.
“Lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik BPBD Kubar baru tiba di TKP sekitar pukul 18.45 Wita. Api dapat di padamkan sekitar pukul 20.15 Wita,” ucapnya.

Dia menjelaskan, hasil pengamatan sementara, dalam kebakaran tersebut, ditaksir kerugian materil mencapai Rp 800 juta hingga Rp1 miliar. Ikut terbakar, satu unit RBW sudah ada isinya. Sedangkan yang dua unit baru naik kerangka bangunannya.
“Warga pemilik rumah yang terbakar yaitu Belianto (48). Dia kehilangan satu unit rumah dan 3 RBW. Kemudian Suprianus (25) kehilangan 1 unit rumah. Serta, Mida (42) kehilangan 1 unit rumah,” ungkap Sunarto.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kampung Mendika, Bambang Sumarijono menjelaskan bahwa, pihak Pemerintah Kampung Mendika turut prihatin atas musibah yang menimpa warganya itu.
“Memang saat terjadi kebakaran tidak ada alat memadai untuk memadamkan api. Sehingga api membesar dan menghabiskan 3 unit rumah dan 3 unit RBW,” katanya.

Dia menyebut, aparat kampung akan membuat posko bantuan untuk korban. Juga menggalang dana. Aparatur kampung akan berupaya memberikan sumbangan berupa sembako dan bahan bangunan.
“Seperti kayu, untuk dibangunkan tempat tinggal sementara bagi para korban,” tutupnya.

Penulis: Imran
Editor: Redaksi

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *