Senin, 18 Oktober 2021

Kubar Memulai PTM Terbatas

14 September 2021
Keterangan Foto : TINJAU PELAKSANAAN PTM TERBATAS - Sekda Kubar, Ayonius didampingi Kadisdikbud Kubar, Silvanus Ngampun dan Kabid PPD, Yakobus Yamon, meninjau sekolah percontohan dalam pelaksanaan perdana PTM Terbatas di Kubar, Selasa 14 September 2021. (Foto : Henry Situmorang/Dok.Mahakam Pos)

Sekda Ayonius Tinjau Dua Sekolah Percontohan

 

Kubar, mahakampos.com – Di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), telah mulai dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Yaitu bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sejak Selasa 14 September 2021.

Bupati Kubar, FX Yapan SH diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Ayonius turun langsung meninjau dua sekolah sebagai percontohan PTM Terbatas di Kubar. Yaitu SDN 01 Busur di Kelurahan Barong Tongkok, dan SMPN I di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar.
“Setelah saya datang langsung meninjau dua sekolah sebagai percontohan pelaksanaan PTM di Kubar, dari segi kesiapan guru dan siswanya sudah menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan baik,” ungkap Ayonius kepada wartawan, disela-sela peninjauan itu, Selasa (14/9/2021) pagi.

Menurut sekda, Pemkab Kubar berharap PTM Terbatas itu bisa berjalan dengan baik, Juga pandemi Covid-19 bisa semakin berkurang. Sehingga PTM bisa berjalan full. Dia mengatakan pemkab sangat mengapresiasi Disdikbud Kubar yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan tenaga kesehatan dan puskesmas.
Terima kasih kepada Kadisdikbud Kubar yang sudah menggagas pertemuan mulai hari pertama PTM Terbatas. Kami sarankan agar Disdikbud, kepala sekolah dan guru, agar mengevaluasi perkembangan PTM terbatas ini setiap hari,” urainya.

Kepada sekolah yang berada diluar ibukota kabupaten, Pemkab Kubar mengharapkan agar dapat bekerjasama dengan puskesmas setempat. Bahkan didalam PTM Terbatas, jika ada dampak signifikan perkembangan Covid-19, maka diharapkan agar sekolah segera mengatasi.
“Lakukan koordinasi ketas antara sekolah, Disdikbud, maupun Tim Gugus Covid-19 kabupaten,” tutup Ayonius.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubar, Silvanus Ngampun menjelaskan bahwa, Disdikbud Kubar sudah melakukan persiapan pelaksanaan PTM sejak tahun lalu. Yaitu menghimbau kepada sekolah se-Kubar mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan PTM sesuai daftar periksa.

“Baik fasilitas fisik maupun non fisik sekolah. Juga edukasi kepada pelajar dan siswa, orang tua/wali murid/siswa, penyiapan ruangan kelas, juga peralatan yang diperlukan dalam PTM,” katanya, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid PPD) Disdikbud Kubar, Yakobus Yamon.

Agar sekolah bisa disetujui melaksanakan PTM Terbatas, Disdikbud Kubar telah minta tim gugus kecamatan dan kampung/kelurahan untuk mengecek. Yakni apakah semua item yang dipersyaratkan sesuai Surat Edaran Bupati Kubar memang telah terpenuhi, atau belum.
“Jika sudah ada rekomendasi dari kampung/kelurahan bahwa sekolah sudah memenuhi prokes antisipasi Covid-19, maka bisa melaksanakan PTM Terbatas,” ujarnya.

Silvanus Ngampun menuturkan, PTM Terbatas yang telah dimulai di Kubar, akan terus di pantau oleh Disdikbud dan seluruh tim gugus tugas kampung dan kecamatan. Bahkan juga berharap partisipasi orang tua murid/siswa, serta masyarakat.
“Akan terus dievaluasi. Memang kalau masa transisi selama dua bulan kedepan. Jika belum siap, maka masa transisi akan ditambah. Jika ada kasus paparan Covid-19, maka akan di setop pembelajaran tatap muka dalam waktu selama 3 kali 24 jam,” tukasnya.

Kadisdikbud Kubar menuturkan, sistem belajar dalam PTM Terbatas itu bisa dianggap sebagai simulasi alias uji coba belajar tatap muka. Untuk waktu belajar dan jumlah siswa dibatasi. Jumlah siswa dalam PTM Terbatas hanya setengah dari jumlah total yang seharusnya.
“SMP hanya maksimal 30 siswa, dan SD hanya 15 murid per ruang kelas. Waktu sekolah ada yang 3 hari dalam sepekan. Ada pula sekolah yang membagi waktu 1 hari dibuat menjadi 2 sif (rotasi/bergilir),” urainya, dan menambahkan bahwa pembagian waktu tersebut diserahkan kepada kepala sekolah dan guru kelas yang mengaturnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan PTM Terbatas yang dimulai sejak Selasa (14/9/2021) di Kabupaten Kutai Barat, berdasarkan Surat Edaran Bupati Kubar, FX Yapan SH, Nomor : 965/SEK.726/STG-KBR/IX/2021. Yaitu perihal rencana PTM Terbatas di masa pandemi Covid-19 diwilayah Kubar.

Serta surat Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun, Nomor : 420/6721/UM-PPD/VI/2021. Perihal petunjuk teknis pemberdayaan PTM di masa pandemi Covid-19, dan hasil rakoor antara Disdikbud Kubar dengan Tim Satgas Covid-19 Kubar, tanggal 31 Agustus 2021.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *