Senin, 18 Oktober 2021

PT TCM Peduli Pendidikan, LPK Media Citra Mandiri di Kampung Payang Dibawah Binaannya

15 August 2021
Bagian dari program CSR PT TCM digunakan untuk pengembangan pendidikan masyarakat. Berdiri LPK Media Citra Mandiri di Jalan Trans Kaltim RT 02, Kampung Payang, Kecamatan Muara Lawa.(Foto-foto : Tim Redaksi Mahakam Pos)

 

Kubar, mahakampos.com – PT Trubaindo Coal Mining (TCM) adalah perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur yang konsisten dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap masyarakat sekitar tambangnya.

Tanggung jawab sosial perusahaan memang diperlukan untuk membantu pemerintah dalam pembangunan antara lain melalui program peningkatan produktivitas masyarakat dan kemampuan sosial ekonomi kerakyatan secara mandiri dan berkesinambungan.

 

Salah satu kampung di Kutai Barat yang masuk dalam Tanggung Jawab Sosial CSR PT TCM yakni Kampung Payang, Kecamatan Muara Lawa.

Di Kampung Payang, bagian dari program CSR PT TCM digunakan masyarakat untuk melakukan pengembangan pendidikan.

Melalui penyaluran CSR PT TCM, telah berdiri Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Media Citra Mandiri di Jalan Trans Kaltim RT 02, Kampung Payang, Kecamatan Muara Lawa.

Pengelola LPK Media Citra Mandiri, Jamaludin mengakui bahwa pembangunan gedung hingga sarana prasarana pendidikan tersebut merupakan bantuan dari program CSR PT TCM.

Menurutnya, pembangunan LPK Media Citra Mandiri lahir dari kebijakan pihak manajemen PT TCM untuk menyalurkan dana CSR.
“Sehingga dapat berdaya guna untuk masyarakat luas, yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Kampung Payang,” jelasnya kepada Mahakam Pos di Kampung Payang, Minggu (8/8/2021).

Jamaludin yang juga merupakan Instruktur LPK Media Citra Mandiri dengan semboyan Make a better future (Buat masa depan yang lebih baik)
mengatakan, LPK itu membuka kursus komputer dengan beragam program. Karena memang kata dia, merupakan pilihan terakhir karena pihak manajemen PT TCM sebenarnya ingin menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
“Awalnya ada dana sebesar Rp 125 juta yang rencananya akan dibagi kepada empat gereja di Kampung Payang. Untuk pembangunan rumah walet. Namun karena dana tersebut dirasa tidak cukup untuk rumah walet, maka dana CSR itu akhirnya digunakan untuk sarana pendidikan kursus komputer,” bebernya.

Namun tukas Jamaludin, gereja tetap dibantu dengan pengadaan empat buah laptop kala itu. Juga pengadaan perlengkapan sarana kursus komputer, karena dana itu memang tidak cukup untuk pembangunan rumah wallet, maka diperuntukkan untuk LPK Media Citra Mandiri.

Awalnya kegiatan kursus komputer tersebut dilaksanakan di rumah tinggal Petinggi Payang, karena belum ada tempat khusus. Namun akhirnya seiring waktu, pada 2016 masuk 2017, PT TCM kembali menyalurkan dana CSR sebesar Rp 75 juta. Yaitu untuk pembiayaan pembangunan tempat kursus komputer yang berukuran lebar 4 meter dan panjang 6 meter. Hingga selesai dibangun dan diresmikan Oktober 2017, dan digunakan sampai saat ini.
“Semula hanya ada 5 unit komputer. Kemudian melalui usulan ada penambahan, sekarang menjadi 8 unit. Ada juga bantuan sebesar Rp 42.500.000 untuk perbaikan toilet dan penyediaan air bersih di tempat kursus,” bebernya.

Masyarakat Kampung Payang dan sekitarnya sangat antusias menyambut adanya sarana pendidikan kursus komputer LPK Media Citra Mandiri. Sejak berdiri, kursus ini tidak memungut biaya kepada peserta didik karena prinsipnya, pihaknya ingin membangun masyarakat melalui pengembangan SDM di Kampung Payang. Sedangkan PT TCM tetap mengapresiasi dan memberikan dukungan untuk berjalannya kursus komputer terebut.
“Kedepannya ada rencana untuk dilakukan pengembangan. Jadi bukan hanya kursus komputer, tapi juga ada kursus Bahasa Inggris,” kata Jamaludin.
“Olehnya perusahaan pun sudah membantu pengadaan micro optic dan proyektor, sekarang tinggal mencari instrukturnya. Ada juga honor dari PTTCM sebesar Rp.500 ribu/bulan untuk instruktur kursus computer,” beber Jamaludin, pria kelahiran Payang 2 Februari 1979, yang juga pernah menjadi karyawan PT TCM.

Jamaludin pun mengakui bahwa kontribusi pihak PT TCM sangat penuh (total) terhadap pengadaan kursus komputer di Kampung Payang. Maka dirinya pun berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan baik untuk belajar komputer. Di Kampung Payang sendiri sudah ada sekitar 80 persen peserta kursus komputer. Ada juga peserta dari Kecamatan Damai bahkan dari Barong Tongkok.
“Sejauh ini sudah ada 314 siswa yang sudah lulus kursus komputer, program microsoft word, excel dan power point,” ucapnya.

Jamaludin menjelaskan, untuk siswa yang masih aktif pada tahun 2021 ini ada 19 orang. Diantaranya ada yang bekerja sebagai karyawan perusahaan dan ada juga di pemerintahan. Menurutnya, LPK ini juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubar.
“Yaitu terkait dengan legalitas dan berlangsungnya kursus komputer dikemudian hari, apabila lepas dari binaan PT TCM dan punya status mandiri,” bebernya.

Untuk saat ini, peserta kursus di LPK dikenai biaya sebesar Rp.550 ribu. Itupun sudah termasuk dengan tiga buah buku modul microsoft word, excel dan power point, dan berlaku untuk umum. Jamaludin bercerita, 3 tahun pertama memang LPK Media Citra Mandiri tidak memungut biaya peserta kursus komputer khusus untuk warga Kampung Payang.
“Kemudian masuk tahun keempat cukup membayar Rp 250 ribu sampai lulus. Untuk meringankan peserta kursus maka pembayaran biaya kursus dapat dengan cara mencicil sampai lunas,” urainya.

Jamaludin berharap agar PT TCM tidak berhenti untuk mendukung setiap kegiatan yang memang membawa dampak besar dan bermanfaat bagi generasi di Kubar. Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik setiap bantuan yang telah disalurkan melalui program CSR PT TCM.
“Harapan kami jika dapat dipenuhi, memohon agar PT TCM dapat memperbesar ukuran gedung LPK Media Citra Mandiri,” harapnya.

Menurutnya, karena gedung LPK Media Citra Mandiri saat ini ukurannya kecil. Bukan hanya untuk ruang kursus komputer, kadang sebagai tempat pertemuan (seminar).
“Kadang tempat pertemuan bersama masyarakat Kampung Payang, berdiskusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Jamaludin.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *