Senin, 18 Oktober 2021

Setelah Sunda Empire, Muncul Kerajaan Angling Dharma, Rajanya Baginda Sultan Iskandar Jamaludin

24 September 2021

Usai masyarakat heboh membicarakan Sunda Empire, muncul Kerajaan Angling Dharma di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pengikutnya mengklaim sang Baginda adalah keturunan seorang raja asli Banten.

Awak media-pun mendatangi lokasi Kerajaan Angling Dharma. Di bagian depan, terdapat gapura khusus yang menyambut seluruh tamu. Gapura itu bertuliskan ‘Indonesia Aman Tentram Gemah Ripah Loh Jenawi’ serta tulisan berbahasa Arab.

Di dalam kompleks rumah itu, terdapat sebuah bangunan semacam saung yang disebut sebagai ‘Singgasana Raja’. Di singgasana itu ada sepasang kursi dan dua payung khas keraton.

Gapura Kerajaan Angling Dharma yang menghebohkan masyarakat Pandeglang, Banten. (Sumber: Kompas TV/Deden)

Seorang pengikut Kerajaan Angling Dharma bernama Aki Jamal mengatakan, pemimpin mereka ialah Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. Istri ‘sang Baginda Sultan’ bernama Siti Aisyah binti Samun. 

“Beliau memang semua kegiatannya di bidang sosial. Memang baginda ini orangnya sangat luar biasa dan saya salah satunya santri baginda,” ujar Aki Jamal, Selasa (21/9/2021).

Menurut Aki, sosok yang disebutnya sebagai ‘Baginda’ adalah orang dermawan yang ingin mengentaskan orang miskin.

“Baginda semua kegiatannya di bidang sosial, terutama tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat miskin. Intinya, memanusiakan manusia,” kata Aki Jamal.

“Tulisan di depan itu sebuah simbol yang mengandung makna arti yang luar biasa. Jadi, Angling Dharma itu bahwasanya, tidak cuma Baginda, hidup kita hanya mendarma dan berbakti. Mendarma pada yang maha kuasa, yang pencipta. Dan berbakti kepada yang diciptakan,” lanjutnya.

Aki menuturkan, sosok baginda itu kerap memperbaiki atau membangun kembali rumah-rumah masyarakat miskin di sekitar mereka.

“Yang rumahnya tidak layak, Baginda bangun dengan anggaran tidak dari pihak manapun,” tambah Aki.

Ia juga menyebut, pemimpin Kerajaan Angling Dharma ini membangun rumah warga miskin dengan uang sendiri.

Sang baginda disebut telah mulai membantu keluarga-keluarga miskin sejak tahun 2017.

“Tidak dibantu oleh pemerintah atau sumbangan-sumbangan. Itu murni semuanya pekerjaan Baginda,” beber Aki.

Bangunan Kerajaan Angling Dharma. (Sumber: Kompas TV/Deden)

 

Saat ditanya, Aki mengatakan, sang baginda Iskandar Jamaludin Firdaus mendapat penghasilan dari pemberian para santrinya.

“Karena baginda itu santri, muridnya banyak di mana-mana, santri-santrinya ini peduli. Santri ini membeli keramik, santri lainnya memberi juga. Semuanya diaturnya ke Baginda,” tutur Aki.

Aki menyebut, Iskandar Jamaludin Firdaus memiliki hubungan daerah dengan seorang raja yang dulu ada di daerah Banten.

“Baginda gelarnya itu langsung. Mungkin sosok seorang raja yang adil bijaksana yang muncul di permukaan bumi ini. Pada intinya baginda punya hati seorang raja yang adil dulu ada dalam sejarah, Raja Angling Dharma yang adil dan bijaksana se-nusantara, mungkin jatuhnya ke beliau,” kata Aki.

“Lebih jelasnya, salah satunya baginda ada juga keturunan dari sultan di Banten,” imbuhnya.

Sebelum Kerajaan Angling Dharma, masyarakat juga dihebohkan kemunculan Sunda Empire pada 2020. Saat itu, Sunda Empire mengklaim menguasai wilayah Nusantara yang mencakup 54 negara dunia.

Pada 28 Januari 2020, Ki Ageng Rangga dan beberapa petinggi Sunda Empire ditangkap karena menyebarkan berita bohong. 

Akhirnya, para petinggi Sunda Empire mendapat vonis penjara 2 tahun, tapi bebas pada April 2021 berkat program asimilasi berkaitan dengan pandemi Covid-19.***

 

Sumber: https://www.kompas.tv/article/214048/setelah-sunda-empire-muncul-kerajaan-angling-dharma-rajanya-baginda-sultan-iskandar-jamaludin?page=all

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *