Senin, 18 Oktober 2021

CSR PT TCM di Kampung Dilang Puti

31 August 2021
Keterangan Foto : Ketua Pokja CSR PT TCM Kampung Dilang Puti, Surya Darma, menunjukkan sejumlah fasilitas di Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar yang dibangun bersumber dari dana CSR PT TCM. (Foto : Surya Darma/Dok.Mahakam Pos).

 

Kubar, mahakampos.com – Tak bisa dipungkiri, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) merupakan perusahaan pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur yang konsisten dalam melaksanakan bantuan Sosial Kemasyarakatan berupa anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial kepada kampung yang ada disekitar areal pertambangannya.


Diantaranya Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar. Kampung dengan penduduk berjumlah. 275 Kepala Keluarga (KK) dengan total penduduk berjumlah 900 jiwa tersebut, 90 persen bermata pencaharian bertani dan berladang.
Kampung Dilang Puti merupakan salah satu kampung yang sejak tahun 2012 silam telah menerima anggaran CSR dari PT TCM.
Petinggi (Kepala Kampung) Dilang Puti, Deli Sabeno mengatakan, sejak ia menjabat sebagai Petinggi Dilang Puti mulai 2019 lalu, dana CSR PT TCM rutin disalurkan ke kampung itu. Menurutnya, betapa penting dana CSR tersebut guna menunjang pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk memajukan masyarakat.


“CSR dari PT TCM itu digunakan oleh kampung sesuai dengan musyawarah bersama kampung. Untuk membantu masyarakat dibidang bidang keagamaan, serta dibidang pendidikan, pertahun dua orang siswa-siswi dari Kampung Dilang Puti dibantu beasiswa untuk masuk kuliah,” jelasnya kepada wartawan di Dilang Puti, Sabtu (21/8/2021).
Bahkan menurut Petinggi Deli Sabeno, untuk program CSR PT TCM di Kampung Dilang Puti pada tahun 2020, masyarakat telah sepakat akan membangun Gedung Sarang Walet untuk usaha bersama kampung.


“Realisasi pembangunan gedung sarang walet itu dilaksanakan pada tahun 2021 ini. Sekarang masih tahap menyiapkan bahan baku bangunannya berupa kayu. Nantinya hasil sarang walet akan dikelola oleh kampung untuk Pendapatan Asli Kampung,” tuturnya.
Petinggi Dilang Puti menuturkan, selain dana CSR tahunan, selama pandemi Covid-19, PT TCM sangat peduli. Jadi kata dia, bukan penyaluran CSR. Namun juga ada bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat yang terpapar pandemi.
“Berupa bantuan sembako yang diantarkan langsung oleh PT TCM kepada warga masyarakat yang berhak dan sangat membutuhkan serta terdampak dan berekonomi kurang mampu di kampung ini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) CSR Kampung Dilang Puti, Surya Darma menjelaskan bahwa Kampung Dilang Puti, yang sudah sejak 2013 silam menerima anggaran CSR dari PT TCM.
“Sudah 9 tahun Kampung Dilang Puti menerima penyaluran dana CSR dari PT TCM,” ungkapnya.
Surya Darma menambahkan, selama 4 tahun sejak dia menjabat sebagai Ketua Pokja CSR Kampung Dilang Puti hingga tahun 2021 ini, merata setiap tahun besaran dana CSR PT TCM yang disalurkan untuk kampung itu sebesar Rp 200 juta.
Sehingga sesuai hasil rapat kampung, anggaran CSR dari PT TCM setiap tahun digunakan untuk menunjang berbagai bidang. Diantaranya membantu dibidang pendidikan, untuk Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Berupa bantuan untuk fasilitas pendidikan. Juga digunakan untuk membangun fasilitas air bersih kampung,” tegasnya.
Diungkapkan Surya Darma, dana CSR dari PT TCM itu juga digunakan untuk membantu pembangun jalan kampung (pengerasan dan semenisasi), serta membantu mengadakan sarana-prasarana seni-budaya (pakaian seragam dan alat-alat).
“Bahkan juga untuk bantuan bagi rumah ibadah (ada 5 rumah ibadah) di Dilang Puti,” ucapnya.
Selan itu kata Surya Darma, dana CSR tersebut juga digunakan untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Yakni PT TCM menyalurkan atau menyediakan bibit ikan, ayam, dan bibit tanaman kakao (cokelat).
“Pada tahun 2021 ini ada program pertanian berupa bantuan bibit jagung dari CSR PT TCM,” katanya.
Surya Darma merupakan Ketua Pokja CSR PT TCM Kampung Dilang Puti, sekaligus merupakan Ketua Rukun Tetangga (RT) 03. Jabatannya sebagai Ketua Pokja telah berjalan selama 4 tahun. Namun kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat, jabatannya sebagai Ketua Pokja akan ditambah selama dua tahun kedepan
“Untuk rencana pembangunan Gedung Walet Kampung Dilang Puti, anggarannya baru masuk sebesar 30 persen dari CSR PT TCM. Tetapi sejak tahun ini akan dimulai pembangunannya,” tukasnya.
Harapan Petinggi Dilang Puti kepada PT TCM
———————————————————
Petinggi Dilang Puti, Deli Sabeno mengatakan harapan masyarakat sebelum TCM mengakhiri tambang, agar bisa terus memberikan bantuan. Yakni pada bidang ekonomi.
“Agar bisa membantu masyarakat Dilang Puti untuk membuka perkebunan. Tapi mohon dibantu juga tenaga ahli teknis. Juga dilakukan sosialisasi dan studi banding. Harapan agar di bimbing secara khusus,” ucapnya.
“Kami (masyarakat) berharap kedepan jika ada bantuan dibidang pertanian, maka akan berdampak ke masa depan,” tandasnya.(imn/red)
(Berita ini juga tayang di www.mahakampost.online /Mahakam Pos Grup)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *