Senin, 18 Oktober 2021

CSR PT TCM ke Kampung Suakong Sejak 2009 Hingga Saat ini Masih Berjalan

19 August 2021
CSR PT.TCM rutin setiap tahun kepada Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar. Digunakan untuk membangkitkan bidang ekonomi, sosial, dan budaya kemasyarakatan.(Foto--foto : Petinggi Suakong/Dok.Mahakam Pos).

 

Petinggi Ajenson T : sangat membantu pengembangan masyarakat

Kubar, mahakampos.com – Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar, merupakan salah satu kampung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang secara rutin setiap tahun menerima Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan pertambangan batubara, PT Trubaindo Coal Mining (TCM).
Kampung Suakong merupakan salah satu kampung yang masuk dalam wilayah area konsesi perusahaan pertambangan batubara itu.

 

CSR PT.TCM rutin setiap tahun kepada Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar. Digunakan untuk membangkitkan bidang ekonomi, sosial, dan budaya kemasyarakatan.(Foto–foto : Petinggi Suakong/Dok.Mahakam Pos).

Petinggi (Kepala Kampung) Suakong, Ajenson T menjelaskan, sejak tahun 2009 Kampung Suakong telah mendapat kucuran CSR dari PT TCM. Bahkan berturut-turut selama 3 tahun (2009, 2010, 2011) CSR yang disalurkan masing-masing sebesar Rp 75 juta pertahun.
“PT TCM merupakan perusahaan yang sangat bertanggung jawab terhadap sosial maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya kepada Mahakam Pos di Suakong, Rabu (18/8/2021).

 

Dipaparkannya, dengan adanya CSR dari PT TCM tersebut, sangat membantu dalam pengembangan masyarakat. Yakni digunakan untuk kegiatan memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik, dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya.
“Anggaran CSR itu digunakan untuk melakukan kegiatan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga lingkungan, memberikan beasiswa (pendidikan) untuk anak tidak mampu, dan untuk pemeliharaan fasilitas umum,” urainya.
“Juga digunakan untuk membangun kampung/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial,” tukas Ajenson.

Pihak PT.TCM menyampaikan program kerja untuk Comdev Kampung Suakong Tahun 2021.

Kemudian kata Ajenson, seiring waktu, sejak tahun 2012 hingga 2021, CSR dari PT TCM meningkat menjadi Rp 200 juta per tahun. Sehingga setiap tahun anggaran CSR yang masuk dilakukan rapat bersama kampung. “Kami lakukan rapat khusus dari Pokja dengan warga kampung. Sehingga apa yang di progamkan melalui dana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama. Kemudian diajukan ke PT TCM,” jelasnya.

Petinggi Kampung Suakong, Ajenson.T.

Ajenson mengungkapkan, anggaran CSR yang disalurkan PT TCM sebesar Rp 200 juta pertahun, digunakan untuk membangun masyarakat. Yakni dibagi pada sejumlah bidang yang diusulkan dalam rapat bersama. Termasuk bidang sosial, seni, dan budaya.
“Termasuk bantuan pendidikan, untuk pemenuhan alat tulis kantor (ATK) kantor sekolah dan guru, laptop, kursi tamu, tergantung usulan dalam rapat bersama pokja,” tuturnya.

Ajenson T yang dua periode menjabat sebagai Petinggi Suakong sejak 2012 silam hingga 2021 ini, mengaku bahwa andil PT TCM sangat besar dalam pembangunan Kampung Suakong. Karena penyaluran CSR dan Comdev perusahaan penambang batubara itu lancar setiap tahun.
“Banyak bantuan CSR dan Comdev yang sifatnya untuk pembangunan peningkatan ekonomi masyarakat sudah dibantu oleh PT TCM hingga saat ini untuk Kampung Suakong,” ungkapnya.

Kampung Suakong Ingin Mandiri Pasca Tambang PT TCM
————————————————–
Petinggi Suakong, Ajenson T menjelaskan bahwa masyarakatnya sangat berterima kasih kepada PT TCM, atas penyaluran CSR secara rutin selama berpuluh tahun hingga saat ini. Namun kata dia, ada harapan besar masyarakat Kampung Suakong, ingin mandiri pasca tambang. Dengan alasan, karena perusahaan ada batas waktu.
“PT TCM adalah perusahaan yang sangat peduli. Bukan hanya menyalurkan CSR.
Termasuk bantuan sosial, perusahaan itu telah banyak membantu. Terutama bantuan banjir, termasuk bantuan sosial Covid-19,” ucapnya.

“Kami berharap PT TCM tidak berhenti sampai disini bantuannya. Namun selama perusahaan masih beroperasi masyarakat berharap agar ekonomi terus berjalan,” tukasnya.

Selanjutnya menurut petinggi, pihaknya mengharapkan bantuan untuk menunjang ekonomi masa depan masyarakat Kampung Suakong melalui perkebunan dan peternakan, namun harus dievaluasi. Harus ada sentuhan, program dengan pemantauan.

“Sehingga pasca tambang selesai kami bisa mandiri. Sebenarnya sudah ada ratusan ribu bibit karet dan cokelat bantuan dari PT TCM untuk Kampung Suakong. Jika boleh kami berharap. Agar PT TCM bisa menghadirkan tenaga teknis kelapangan,” tandas Ajenson.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *