Senin, 18 Oktober 2021

Kampung Empakuq Rencana Buka Persawahan

27 August 2021
Keterangan Foto : Rencana pembukaan persawahan oleh Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, Kutai Barat. Areal lahannya seluas 300 hektare terletak di kawasan rawa Sungai Nabah. (Foto :Dok. Petinggi Empakuq/Mahakam Pos).

Lokasi lahannya di areal rawa Sungai Nabah

Kubar, mahakampos.com – Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, berpenduduk sebanyak 133 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah total 395 jiwa.

Kampung Empakuq ‘terkepung’ oleh sejumlah perusahaan pertambangan batubara. Namun tak semua warganya menjadi karyawan perusahaan.

Petinggi (Kepala Kampung) Empakuq, Bernadus, berpikir untuk menunjang perekonomian masa depan masyarakatnya. Sehingga rencana akan dibuka areal persawahan di kawasan Sungai Nabah, dengan luas total lahan rawa diperkirakan mencapai 300 hektare.
“Sudah dimusyawarahkan dengan masyarakat. Rencana akan dibuka areal persawahan Sungai Nabah. Tapi harus dibuat irigasi (pengairan) yang bagus seperti persawahan di Pulau Jawa,” jelasnya kepada Mahakam Pos, Selasa (24/8/2021).

Petinggi Bernadus menjelaskan, Kampung Empakuq terkepung oleh sejumlah perusahaan pertambangan. Sehingga mengantisipasi ekonomi masa depan masyarakat, maka satu-satunya wilayah kampung yang tersisa hanyalah kawasan rawa basah Sungai Nabah. Areal itu sangat mendukung potensinya untuk dijadikan areal persawahan bagi masyarakat.
“Kami sudah gunakan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membuka akses (badan jalan) dari Kampung Empakuq ke areal persawahan Sungai Nabah sepanjang 5,2 Kilometer (KM). Tahun lalu sudah dibuka sepanjang 4,2 KM. Tahun ini akan ditambah lagi sepanjang 1 KM,” ungkapnya.

Dia menuturkan, terkendala selama 20 tahun lalu, warga kesulitan untuk membuka areal persawahan Rapak Nabah. Karena belum ada akses (jalan) menuju kesana.
“Padahal potensi besar pertanian di Rapak Nabah. Sehingga utama adalah pembukaan badan jalan. Selanjutnya rencana pembangunan irigasi dengan bendungan,” ungkap Bernadus, yang menjabat sebagai Petinggi Empakuq sejak penghujung tahun 2019 lalu.

Dia menuturkan, pihaknya sempat melakukan musrenbang kecamatan tahun 2019, 2020, dan 2021. Kemudian diajukan ke Pemkab Kutai Barat sejak tahun 2019, 2020, dan 2021. Tetapi belum ada tanggapan. Bahkan menurutnya, sempat ditanyakan ke Bappeda Kubar. Tetapi usulan permohonan bantuan pembukaan persawahan Rapak Nabah tidak terdaftar di bidang pembangunan Pemkab Kubar yang ada saat ini.
“Tahun ini hingga 2022 sudah terkunci. Kami (pemerintah kampung) berinisiatif mengajukan lagi ke Pemkab Kubar melalui Dinas pertanian dan OPD terkait pada tahun 2023 mendatang,” tegasnya.

Bernadus menambahkan, dalam rencana pembukaan areal persawahan Sungai Nabah, pihaknya juga akan tetap bekejasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kampung Empakuq. Menurutnya diharapkan partisipasi perusahaan melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu dalam pembukaan persawahan itu.
“Kami tetap akan bekerjasama dengan perusahaan dan pemerintah. Nanti akan kami datangkan pihak perusahaan dan pemerintah untuk kelapangan melihat langsung potensi areal rencana persawahan Sungai Nabah,” tandasnya.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *