Senin, 18 Oktober 2021

Kepala UPT UPDB Kubar, Supriadi : Kondisi Pandemi, UKM Jauh Menurun

1 October 2021
Keterangan Foto : Kepala UPT-UPDB Kubar, Supriadi. Serta dokumen sejumlah kegiatan dilapangan dan di Kantor UPT-UPDB Kubar, Komplek Business Center Tinggi Diraja, Kelurahan Barong Tongkok, Sendawar. (Foto-foto : Dokumen UPT UPDB Kubar).

 

Mencapai 300 UKM se-Kubar bergantung modal pinjaman dana bergulir

 

Kubar, Mahakampos.com– Unit Pengelola Teknis (UPT) Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang merupakan bentukan dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Kubar, hingga kini masih eksis. Namun kondisi pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun hingga saat ini, sehingga Usaha Kecil Menengah (UKM) jauh menurun.

Kepala UPT-UPDB Kubar, Supriadi menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada sekitar 300 pelaku UKM pada 16 kecamatan se-Kubar bergantung dengan modal pinjaman dari dana bergulir yang di kelola oleh UPT-UPDB.

Selama pandemi Covid-19 sejak 2019 lalu, masih terus berjalan penyaluran pinjaman kepada pelaku UKM dari dana bergulir. Memang UPT-UPDB Kubar pada tahun ini mengalami penurunan hasil. Karena pelaku UKM banyak yang gulung tikar,” jelas Supriadi kepada Mahakampos.com diruang kerjanya, Kantor UPT-UPDB Kubar, Komplek Business Center Tinggi Diraja, Kelurahan Barong Tongkok, Sendawar, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya, kondisi saat ini kegiatan UKM menurun. Dia merinci, pada 2019-2020 jumlah pemohon pinjaman dana bergulir tersebut bisa mencapai 80-100 orang. Namun sejak Januari – September 2021, hanya ada 35 orang pemohon. Dari jumlah itu, yang sudah dicairkan sebanyak 20 orang.
“Biasanya pada tahun sebelumnya, dana pengembalian (masuk) kas bisa mencapai Rp 300 juta perbulan. Tahun ini pengembalian pinjaman minim. Kadang hanya mencapai Rp 200 juta per bulan,” ungkapnya.

Supriadi menjelaskan, keterlambatan pencairan dana kepada pemohon (peminjam) UKM peminjam) oleh UPDB, karena menunggu setoran masuk dari peminjam terdahulu. Dia menyebut, saat ini pemohon yang mengantri dana UPDB mencapai 25 UKM perbulan.
“Kami langsung cek kelapangan. Contohnya ada beberapa pelaku UKM pengelola rumah makan dibeberapa kecamatan yang tutup total alias macet akibat kondisi pandemi ini,” urainya.
“Dari jumlah UKM yang masih bisa berjalan yaitu pedagang sembako, jual-beli getah karet, usaha keramba ikan, usaha pengolahan ikan asin, dan pengolahan kayu masak,” tukas Supriadi.

Tak Bisa Minta Tambahan Anggaran

———————————————————————————-
Sejak munculnya pandemi Covid-19 yang merambah seantero dunia bahkan hingga Kutai Barat, UPT-UPDB Kubar juga sedikit mengalami kesulitan anggaran. Karena sejak modal penyertaan oleh Pemkab Kubar pada 2016 silam sebesar Rp3 miliar, kemudian pada 2017 sebesar Rp2 miliar, hingga saat ini totalnya sebesar Rp5 miliar itu yang diputar. Namun belum ada penambahan dana penyertaan untuk dana bergulir tersebut.
“Sementara, sampai saat ini belum ada tambahan anggaran dari pemerintah. Namun kami paham karena kondisi sulitnya keuangan negara di masa pandemi ini,” tegasnya.

Supriadi menuturkan, sejauh ini pelaku UKM yang meminjam dana bergulir tersebut ada beberapa yang macet setoran kredit. Sesuai prosedur, yang macet akan diberi Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan SP 3. Bahkan UKM yang macet tersebut, ada yang sudah masuk ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
“Sesuai Standar Prosedur Operasional (SOP) UPT-UPDB, setelah masuk ke KPKNL, Alhamdulillah para pelaku UKM sudah mulai menyetor pembayaran lagi,” bebernya.

Menurut Supriadi, apabila ‘kredit macet’ UKM dana bergulir tersebut ditangani KPKNL dalam penagihannya, maka akan mengarah kepada pelelangan aset yang menjadi agunan (jaminan) awal dalam peminjaman dana itu.
“Apabila sudah diserahkan kesana, maka penagihan oleh KPKNL. UPT-UPDB hanya mendampingi,” katanya.

Uang Berputar 
————————————–
Dana penyertaan modal Pemkab Kubar melalui Disdagkop dan UKM Kubar yang dikelola oleh UPT-UPDB Kubar, bukan untuk mencari keuntungan semata. Namun dana itu adalah untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan dengan meminjamkannya kepada pelaku UKM pada 16 kecamatan se-Kubar. Yakni dengan bunga rendah dan menurun.

Dana sebesar Rp5 miliar sebagai penyertaan modal Pemkab Kubar itu sebagai ‘Uang Berputar’. Namun UPT-UPDB berkewajiban untuk meningkatkan UKM.
Keuntungan dari setoran pengembalian pinjaman oleh pelaku UKM akan digunakan untuk dipinjamkan kembali kepada para pemohon pinjaman.
“Yaitu pelaku UKM lainnya. Hal itu sesuai aturan Badan (BLUD) jika menggulirkan uang,” terangnya.

Ada 300 Pelaku UKM Peminjam Dana UPDB  Kubar
——————————————————————————–
Hingga tahun 2021, jumlah peminjam dana bergulir di UPT-UPDB Kubar mencapai 300 pelaku UKM. Ada peminjam yang berulang sudah meminjam dana bergulir tersebut. Hal itu karena dinilai lancar dalam pengembalian kredit UPDB.
“Dari total Rp5 miliar dana bergulir itu, pendapatan denda pada 2021 kami target sebesar Rp 250 juta. Namun karena pengaruh pandemi ini, sepertinya berat akan tercapai,” kata Supriadi.

Terhadap pelaku UKM yang mengalami macet setoran kedit dana bergulir tersebut, UPT-UPDB membantu secara teknis. Yakni memberi kelonggaran dan dibebaskan dari denda kepada kreditur.
“Denda perhari yang timbul akibat tidak ada setoran pengembalian, akan dibebaskan. Namun kreditur tetap wajib membayar pinjaman pokok dan bunganya,” urainya.

Kecamatan Terbanyak Meminjam dan Macet

—————————————————————
Kecamatan Melak, Barong Tongkok, dan Linggang Bigung, merupakan kecamatan yang terbanyak kreditur (peminjam) dana bergulir UPT-UPDB Kubar. Namun yang macet setoran, di 3 kecamatan itu pula yang terbanyak.
“Saat ini prosentase macet setoran pelaku UKM mencapai 35-40 persen,” bebernya.

Supriadi menyebut, UKM yang terbaik dalam pinjaman dan pengelolaan dana bergulir tersebut, hingga saat ini yaitu di Kecamatan Penyinggahan dan Muara Pahu. Meskipun sedikit jumlah pelaku UKM di dua kecamatan itu, namun lancar dalam penyetoran. Karena usaha yang dijalankan pelaku UKM berjalan lancar.
“Di Kecamatan Penyinggahan ada UKM jual beli (pengolahan) ikan asin yang dikirim ke Surabaya, Jawa Timur. Kemudian di Muara Pahu ada usaha pengolahan kayu masak, berjalan lancar dan tidak pernah macet setoran,” tuturnya.

Supriadi berharap, agar pelaku UKM (peminjam) dana bergulir UPT-UPDB se-Kubar memperhatikan pembayaran (penyetoran) kredit setiap bulan. Karena, jika penyetoran kredit lancar, maka UPT-UPDB bisa menggulirkan kembali kepada pemohon kredit yang masih mengantri. “Karena dana tersebut bergulir, maka UPT-UPDB tidak boleh menahannya.Dana yang masuk ke kas, harus digulirkan lagi kepada UKM pemohon kredit,” ucapnya.

Untuk diketahui, UPT-UPDB Kubar menjalankan peminjaman dana bergulir dengan bunga sangat kecil. Yaitu 8 persen setahun, tapi menurun.

Persyaratan utama bagi pelaku UKM yang berminat meminjam dana bergulir UPT-UPDB Kubar, wajib ada agunan. Berupa surat tanah (Sertifikat atau Surat Keterangan PPAT). Bahkan BPKB mobil dan sepeda motor, namun wajib dilihat tahunnya.
“Akan ditinjau lapangan terkait usaha pemohon (pelaku) UKM. Harus sudah berjalan selama enam bulan,” tandas Supriadi.(Penulis : Imran/redaksi MP)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *