Senin, 18 Oktober 2021

Menpora Amali: PON XX Beri Dampak Ekonomi Terhadap Masyarakat Papua

7 October 2021

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar di empat klaster yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Merauke dan Mimika memberikan dampak ekonomi yang luar biasa kepada masyarakat setempat.

Menpora Amali: PON XX Beri Dampak Ekonomi Terhadap Masyarakat PapuaMenteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar di empat klaster yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Merauke dan Mimika memberikan dampak ekonomi yang luar biasa kepada masyarakat setempat.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Jayapura: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menilai penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang digelar di empat klaster yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Merauke dan Mimika memberikan dampak ekonomi yang luar biasa kepada masyarakat setempat.

Hal ini disaksikan langsung Menpora Amali di lokasi, dimana para pelaku usaha kecil dan menengah bisa mendapatkan keuntungan hingga 4 kali lipat dari biasanya. Tentu saja, ini disebabkan dengan hadirnya kontingen dari 34 provinsi yang terdiri dari 6.116 atlet tamu, dan 923 atlet tuan rumah, Papua.

“Secara ekonomi saya lihat begitu menggeliat, saya melihatnya masyarakat juga bisa aktif berjualan ya. Saya tanya ibu bapak, katanya sebelumnya-sebelumnya misalnya hanya mendapat penghasilan 1, sekarang sampai 3-4 kali lipat. Syukurlah karena mereka senang, mudah-mudahan, ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di Papua,” ujar Menpora Amali saat melakukan virtual meeting seputar pelaksanaan PON XX Papua, Rabu (6/10) siang.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali menyampaikan perkembangan terkini penyelenggaraan PON XX Papua. Menurutnya, sejak upacara pembukaan 2 Oktober lalu hingga saat ini pertandingan-pertandingan sejumlah cabang olahraga di empat kluster tersebut berjalan dengan baik dan lancar sesuai perencanaan. Bahkan, sejumlah cabor sudah menyelesaikan pertandingan dan atletnya sudah pulang ke daerah masing-masing.

“Sampai dengan saat ini baik itu di klaster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika, pertandingan berjalan sesuai dengan perencanaan kita, semua dan normal. Tidak ada hal yang sangat signifikan yang mengganggu jalannya pertandingan,” pungkas Menpora Amali.

Meski demikian, Menpora Amali mengakui ada protes kecil-kecil yang muncul. Namun menurutnya, hal seperti itu sudah terbiasa terjadi dalam event olahraga, bahkan ketika penyelenggaraan dalam situasi normal pun terjadi hal demikian.

“Dan juga penerapan protokol kesehatan secara umum saya lihat baik itu panitia penyelenggara kemudian atlet, pelatih dan tenaga pendamping menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati atau ditetapkan oleh Satgas COVID-19,” jelasnya.

Disamping itu, kegiatan tersebut juga menerapkan sitem bubble to bubble, sehingga para atlet hanya boleh dari tempat penginapan ke tempat pertandingan saja. Begitupun sebaliknya, dari tempat pertandingan langsung ke tempat penginapan. Dan, sebelum pertandingan akan dilakukan tes antigen secara reguler.

Begitupun dengan ketersediaan air bersih, listrik, akses internet dan konsumsi para atlet sejauh ini tersedia dengan baik. Bukan itu saja, kegiatan ini dipantau langsung oleh KONI untuk penyelenggaraannya. Sementara protokol kesehatan diawasi oleh Satgas Covid-19 dari BNPB dan Kementerian Kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat, sesuai dengan arahan pak Presiden Joko Widodo bahwa mereka harus divaksin, sekarang sudah 60 persen menuju ke 70 persen dan sedang berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait adanya beberapa atlet yang dinyatakan positif COVID-19, Menpora Amali memastikan bahwa mereka sudah ditangani panitia dengan baik dan langsung dipisahkan dengan kontingen rombongan mereka untuk diisolasi. Selain itu, panitia juga langsung melakukan tracing kontak agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

“Mereka langsung dipisahkan dari kontingen rombongan besarnya dan siapa yang dekat dengan orang tersebut dilakukan tes untuk tracing. Sesuai dengan pengalaman beberapa kali event olahraga ya biasanya kalau atlet terkena mungkin mereka terlalu capek, kelelahan dan lain sebagainya. Tetapi itu tidak terlalu lama paling 3-4 hari sudah sudah oke lagi,” ujarnya.

Menpora Amali sebut para atlet daya tahan tubuhnya kuat sehingga recoverynya cepat, terlebih mereka sudah dilakukan vaksin.

“Jadi secara umum tentang PON ini berjalan sesuai dengan rencana. Belum ada gangguan yang cukup berarti atau signifikan yang bisa membuat ini harus terhenti dan lain sebagainya,” tegasnya(ded)***

Sumber: https://www.kemenpora.go.id/detail/1100/menpora-amali-pon-xx-beri-dampak-ekonomi-terhadap-masyarakat-papua

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *