Senin, 18 Oktober 2021

Penggemukan Sapi Tahap Pertama Dievaluasi

12 September 2021
Ketua Umum Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim, Suparlan, S.PdI, memimpin rapat evaluasi penggemukan ternak sapi tahap pertama oleh kelompok peternak di Kabupaten Kubar, di Kantor Unit Kubar, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar, Jumat 10 September 2021. (Foto : Dok. Mahakam Pos).

Koperasi BSJ Kaltim Mendirikan Pabrik Konsentrat di Loa Janan

 

Kubar,mahakampos.com– Guna memastikan sejauh mana kemajuan, bahkan keuntungan dan kerugian dalam pengelolaan penggemukan ternak sapi oleh kelompok peternak dibawah binaannya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya (BSJ) Kalimantan Timur melakukan Rapat Evaluasi di Sendawar, Jumat (10/9/2021).

“Mengevaluasi kegiatan kelompok ternak yang ada di Kubar. Sudah berdiri 5 kandang. Sekaligus menyusul beberapa kelompok yang baru dibentuk,” terang Ketua Umum Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim, Suparlan, S.PdI dalam keterangan pers usai acara itu di Kantor Unit Kubar, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar.

Suparlan yang juga merupakan Direktur Utama PT.Berkah Salama Jaya Kaltim menuturkan bahwa, induk (Koperasi BSJ Kaltim) mengupayakan membantu kelompok peternak sapi dari sisi permodalan.

 

Menyambungkan dari pihak perbankan. Agar target penggemukan ternak bisa tercapai diwilayah Kutai Barat.
“Alhamdulillah, hasil evaluasi dalam pengggemukan ternak tahap pertama yang pendanaannya dari PT.Pertamina, progres pelaksanaannya sudah ada peningkatan dan perbaikan. Meskipun hasil di awal masih belum maksimal,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, 5 kandang penggemukan sapi kelompok ternak di Kubar dibawah binaan Koperasi BSJ Kaltim, sudah melaksanakan panen tahap pertama. Akan menyusul pengisian ternak sapi tahap kedua.
“Hasil evaluasi, sebelum sapi masuk tahap 2, menyiapkan infrastruktur kandang yang belum lengkap,” kata dia.

Dia menambahkan, dari hasil evaluasi tahap pertama akan diupayakan agar pakan permentasi tempatnya harus disiapkan. Kemudian rumput, penanaman rumput, akan dimaksimalkan.
“Karena dari hasil penggemukan pertama, kelompok masih ‘keteteran’ (kewalahan/ ketinggalan) menyiapkan pakan hijauan,” ucapnya.

Suparlan menuturkan, secara total di Kabupaten Kubar sudah ada 17 kelompok ternak yang tergabung dengan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT.Berkah Salama Jaya. Yang sudah berdiri kandang dan sudah melakukan tahap penggemukan pada tahap pertama sudah 5 kandang.
“Sebanyak 12 kelompok sedang di proses permodalannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa clear. Pertemuan ini juga menyampaikan progres untuk susulannya itu,” urainya.

Pabrik pakan konsentrat, untuk menopang kebutuhan mitra peternak penggemukan sapi. (Dok.Koperasi BSJ Kaltim)

Dia mengungkapkan, dalam rapat evaluasi itu juga disampaikan progres permodalan dari induk melalui perbankan. Sekaligus mengevaluasi program penggemukan tahap pertama.
“Untuk masing-masing kelompok jumlah anggotanya bervariasi. Ada yang 20, 21, bahkan ada yang sampai 83 orang,” tuturnya.

Keterangan Foto : Pabrik pakan konsentrat, untuk menopang kebutuhan mitra peternak penggemukan sapi. (Dok.Koperasi BSJ Kaltim)

Hasil Evaluasi Tahap Pertama Kendalanya ?
——————————————————
Suparlan menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi dalam penggemukan ternak sapi tahap pertama oleh 5 kandang di Kabupaten Kubar, dibawah binaan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. Berkah Salama Jaya Kaltim, terkendala dalam penyiapan pakan ternak
“Diutamakan dalam penggemukan ternak sapi, yaitu bagaimana agar cepat proses penggemukan supaya bisa di panen dalam waktu hanya 3 bulan,” bebernya.

Evaluasi tahap pertama kata dia, khusus pakan hijauan (pakan rumput) memang arealnya kurang luas. Hal itu mulai dibenahi. Dengan menambah lokasi untuk menanam rumput.
“Untuk pakan konsentrat (pakan tambahan), masih mendatangkan dari Pulau Jawa,” terang Suparlan.

Karena itu kata dia, Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kalimantan Timur berupaya memproduksi sendiri pakan konsentrat. Untuk menopang kebutuhan mitra peternak penggemukan sapi.
“Kami menyiapkan untuk mengantisipasi program selanjutnya. Agar tidak keteteran dari posisi pakan tambahan,” urainya.

Suparlan mengungkapkan, pada panen perdana penggemukan sapi oleh 5 kelompok ternak di Kubar hasilnya belum maksimal, belum mencapai target. Karena include dengan biaya operasional.

Dia menuturkan, Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kalttim segera mendirikan pabrik konsentrat di Kecamatan Loa Janan, Kukar.
“Berkapasitas produksi konsentrat 5 ton perhari. Karena kebutuhan pokok kelompok yang sudah ada sebanyak 90 ton konsentrat perbulan. Target pabrik untuk peternak se-Kaltim,” tegasnya.

Suparlan mengungkapkan, selain PT.Pertamina yang menjadi kemitraan dalam permodalan Koperasi BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kaltim, juga sudah berjalan bersama BRI dan Bank Bukopin.

Dia membeberkan, tujuan utama dalam penggemukan ternak sapi oleh kelompok ternak dibawah binaan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kaltim, untuk mencukupi kebutuhan daging segar di Kaltim.
“Utama kebutuhan Rumah Potong Hewan (RPH) Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kutim, Kukar, dan Kubar,” tambahnya.

Pendampingan Pemerintah Penting
—————————————————–
Suparlan menambahkan, dalam usaha penggemukan ternak sapi oleh kelompok ternak dibawah binaan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kaltim, pendampingan pemerintah sangat penting. “Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan, berperan penting dan sangat luar biasa dari sisi pendampingan,” tuturnya.

Suparlan berharap, melalui evaluasi tahap pertama, program penggemukan ternak sapi tahap kedua oleh kelompok ternak kemitraan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kaltim akan ada peningkatan.
“Baik peningkatan berat badan ternak sapi, lokasi rumput, dan infrastruktur kandang. Itu yang kami benahi. Target, penggemukan standar 0,8 kg perhari per ekor menjadi acuan,” pungkasnya.

Pemkab Kubar Beri Dukungan
———————————————-
Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian memberikan dukungan kuat kepada Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim dan PT. BSJ Kaltim. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kubar, Sapriansyah menyebut kebutuhan daging sapi di Kubar setiap tahun masih minus atau kekurangan.

Pertahun Kubar membutuhkan 1.200 ekor sapi. Utama pada saat hari raya keagamaan, permintaan daging melonjak.
“Pada 2021 ini dengan ada 5 kelompok penggemukan sapi dibawah induk Koperasi Produsen Ternak BSJ, Pemkab Kubar sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan daging sapi,” ungkapnya.

Sapriansyah menambahkan, pemenuhan kebutuhan daging sapi tersebut diawasi oleh Dinas Pertanian. Baik permintaan perusahaan, masyarakat umum, dan hewan kurban. Sehingga Distan Kubar berkoordinasi ke Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim. Sehingga 2021 Kubar aman stok daging sapi.
“Karena Kubar juga menyetok daging sapi untuk Kabupaten Mahulu. Berharap kedepan Koperasi Produsen Ternak BSJ Kaltim juga megembangkan pembibitan sapi di Kubar.(Imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *