Senin, 18 Oktober 2021

Program PPM, PT.TCM-BEK di Muara Bunyut

8 September 2021
Keterangan Foto : ACARA PENEBARAN BIBIT IKAN - Manajemen PT.TCM-BEK bersama Dinas Perikanan Kubar, Penyuluh Pertanian, Pemerintahan Kampung Muara Bunyut, melakukan penebaran bibit ikan nila sebanyak 7.500 ekor di keramba Kelompok Bunyut Sejahtera, Jumat 3 September 2021. (Foto-foto : Dok.CD Head PT.TCM/Mahakam Pos).

Tebar 7.500 Ekor Bibit Ikan Nila DI Keramba Kelompok Bunyut Sejahtera

Kubar, mahakampos.com – PT Trubaindo Coal Mining (TCM) merupakan perusahaan yang konsisten dalam menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Tanggung Jawab Sosial kepada masyarakat kampung yang berada dalam wilayah operasionalnya.

Diantaranya, Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, yang merupakan salah satu kampung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang masuk dalam Ring 1 dan juga merupakan kawasan Jetty (pelabuhan) operasional PT.TCM.

Di Kampung Muara Bunyut, PT.TCM berkolaborasi dengan PT.Bharinto Ekatama (BEK), melakukan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ( PPM ). Yakni bersama dengan Dinas Perikanan Kubar, Penyuluh Pertanian, Pemerintahan Kampung, dan Manajemen PT.TCM-BEK, melakukan Penebaran Bibit Ikan Nila sebanyak 7.500 ekor kedalam 15 keramba milik Kelompok Tani Bunyut Sejahtera, Jumat 3 September 2021.

Pihak manajemen PT.TCM, melalui Community Development Head (CD Head) PT.TCM, Jones Silas, menjelaskan bahwa Program PPM terdiri dari 8 pilar program sesuai dengan Kepmen ESDM 1824 K/ 30 /MEM/ 2018. Yaitu pilar pendidikan, pilar kesehatan, pilar tingkat pendapatan rill, pilar kemandirian ekonomi, pilar sosial budaya, pilar partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, pilar kelembagaan komunitas dan menunjang kemandirian PPM, serta pembangunan infrastruktur yang menunjang PPM.
“Program kegiatan di Kampung Muara Bunyut masuk pada pilar tingkat pendapatan riil, pekerjaan pada kegiatan budidaya perikanan sistem keramba,” ungkapnya.
Jones Silas menuturkan, program ini adalah program kolaborasi dua perusahaan. Yaitu PT. TCM dan PT. BEK.
“Jumlah keramba ada 15 unit, dan jumlah bibit ikan yang ditebar sebanyak 7500 ekor jenis bibitnya ikan nila,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT.TCM, Wahyu Harjanto menjelaskan, bahwa penebaran bibit ikan itu sebagai terobosan baru Comdev PT TCM mendukung pemerintah dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM ).
“Sebagai upaya mensejahterakan masyarakat di sekitar tambang. Ketika perusahaan tidak beroperasi lagi kedepan (pasca tambang), diharapkan masyarakat sekitar tambang sudah ada ketahanan pada aspek ekonomi,” urainya.

Wahyu Harjanto menuturkan, salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat sekitar tambang, khususnya di Kampung Muara Bunyut, adalah dengan mengelola usaha perikanan seperti saat ini.
“Saat tambang sudah tidak ada nantinya, masyarakat disekitarnya diharapkan sudah berekonomi mapan,” pungkasnya.

Petinggi Bunyut, Simson Suhendi. (Dok.Mahakam Pos).

Petinggi (Kepala Kampung) Muara Bunyut, Simson Suhendi mengatakan, bahwa masyarakat dan Pemerintahan Kampung Muara Bunyut sangat mengapresiasi kinerja PT.TCM-BEK dalam penyaluran CSR yang berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Meski baru memulai dengan 15 keramba, namun dari pembuatan keramba, pakan ikan, hingga bibitnya dibiaya oleh PT.TCM-BEK melalui CSR,” ungkapnya.

Simson Suhendi yang dilantik secara resmi menjadi Petinggi Muara Bunyut pada 18 Desember 2019 menuturkan, pihaknya berupaya dan berusaha agar CSR dari PT.TCM-BEK dikelola tepat sasaran bagi masyarakat.
“Sebanyak 7.500 ekor bibit ikan nila tersebut diharapkan berkembang, berdampak mendongkrak perekonomian masyarakat Muara Bunyut,” ucapnya.

Simson Suhendi juga berharap bantuan kerjasama CSR PT.TCM-BEK untuk Muara Bunyut terus berjalan. Khususnya dalam pengelolaan keramba ikan di Rawa Sungai Kangkay tersebut, agar tenaga teknis dari Dinas Perikanan Kubar dapat selalu memantau.
“Saya himbau agar masyarakat (kelompok keramba) bantuan CSR PT.TCM tersebut dapat mengelolanya dengan baik,” katanya.

Menurut Simson, tidak semua masyarakat Muara Bunyut bekerja di perusahaan dan dunia usaha.
“Maka usaha yang dibuka itu (keramba) agar dijalankan dan di pelihara dengan baik,” tuturnya.

Petinggi Simson Suhendi menjelaskan bahwa Kampung Muara Bunyut terbagi dalam 4 Rukun Tetangga (RT). Jumlah penduduknya 270 kepala keluarga (KK), dengan total lebih dari 1.200 jiwa.
“Untuk bibit ikan yang sudah ditebar ke dalam keramba tersebut, kami berharap berkelanjutan. Kami juga meminta pendampingan teknis dari Dinas perikanan untuk mendampingi kelompok melalui PT.TCM-BEK,” tutupnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat S.A. Samson, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan, Jakaria, sangat mengapresiasi kegiatan PT.TCM-BEK. Karena ikut memberikan perhatian kepada usaha masyarakat di sektor perikanan.
“Upaya penumbuhan perekonomian masyarakat ini agar terus digalakkan oleh perusahaan. Usaha ini (keramba ikan) punya peluang yang bagus, seiring perkembangan penduduk di Kubar,” katanya.
Jakaria menambahkan, Pemkab Kubar melalui Dinas Perikanan siap memberikan dukungan informasi teknis.
“Baik dari sisi kelembagaan kelompok maupun teknis, terkait kegiatan budidaya ikan,” jelasnya.

Pemkab Kubar Melalui Bagian SDA Dukung Kuat PT.TCM-BEK
————————————————–
Pemkab Kubar melalui Bagian Sumber Daya Alam (SDA), berharap program yang disusun setiap tahun tertuang dalam Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RK-AB) PT.TCM-BEK terus terealisasi sesuai anggaran, sasaran, serta bersinergi dengan program pemerintah.

Kepala Bagian SDA Pemkab Kubar, Ir Abi Mael, melalui Kasubag Penyiapan Kebijakan SDA, Rita Nursandi, mengakui bahwa bantuan bibit ikan nila sebanyak 7.500 ekor dari PT.TCM-BEK kepada Kampung Muara Bunyut, merupakan salah satu program perusahaan yang sangat baik.
“Program itu sustainable (jangka panjang). Karena kalau itu berkembang dengan baik, tentunya pasca tambang masyarakat Kampung Muara Bunyut akan bisa mandiri,” jelasnya.

Rita Nursandi menuturkan, dengan usaha perikanan keramba tersebut, maka dipastikan kedepannya akan ada aliran kas untuk penghasilan kampung.
“Jadi antisipasi oleh PT.TCM sangat jitu, menguatkan bidang ekonomi kemasyarakatan. Sehingga pasca tambang daerah itu tidak menjadi kota mati,” tuturnya.

Dia menyebut, dengan bantuan bibit ikan tersebut oleh PT.TCM-BEK, dipastikan bisa merubah perekonomian masa depan masyarakat. Karena seluruh kalangan pemuda hingga kelompok tani bisa diberdayakan dalam usaha itu.
“Perlu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk penyuluh teknis dan pembinaan, termasuk melibatkan koperasi kedepan untuk pemasaran,” ucapnya.

Rita menambahkan, Bagian SDA Pemkab Kubar mengawasi sesuai dengan Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). PT.TCM selama ini dinilai sangat bagus.
“Programnya Bottom Up. Yatu pendekatan dari bawah ke atas. Pengambilan kebijakan berdasarkan masukan dari masyarakat,” katanya.
Rita menyebut PT.TCM selalu aktif dalam musrenbang. Bahkan Rencana IPPN PT.TCM dalam operasionalnya mengikuti prosedur.
“Masukan pemerintah daerah selalu diterima oleh PT.TCM,” tutupnya.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *