Senin, 18 Oktober 2021

Sektor Pertanian Penyelamat Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19

26 September 2021
Keterangan Foto : Kadistan Kubar, Petrus S.Hut MSi dalam acara peresmian Ruang Data dan Informasi BPP Kecamatan Sekolaq Darat, dan serah terima bantuan Distan kepada Poktan, serta launching sayembara logo Peda KTNA XI tahun 2024 di Kubar, Rabu 22 September 2021. (Foto : hms10)

 

Kubar, Mahakampos.com – Dalam rangka mendukung pencapaian target pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Dinas Pertanian Kubar terus berupaya semaksimal mungkin.

Yakni melaksanakan program dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Antara lain melalui pemberian bantuan benih dan bibit unggul, bantuan alsintan, bantuan ternak, jalan usaha tani, serta cetak sawah.

Serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani,” kata Kepala Dinas Pertanian Kubar, Petrus S.Hut MSi, dalam acara peresmian Ruang Data dan Informasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sekolaq Darat, dan serah terima bantuan Dinas Pertanian kepada kelompok tani (Poktan) tahun 2021 serta launching sayembara logo Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) XI tahun 2024 di Kubar, Rabu (22/9/2021).

Lebih lanjut Kadistan Petrus menjelaskan, kontribusi sektor pertanian, perikanan dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar kedua dalam struktur produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kubar. Yaitu sebesar 13,46 persen pada tahun 2020. Ketika sektor lain mengalami pertumbuhan negatif di masa Pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi penyelamat perekonomian nasional.
“Karena satu-satunya sektor yang tumbuh positif sebesar 2,59 persen secara year on year pada kuartal IV tahun 2020. Begitu pula di Kubar, estimasi sektor pertanian turut berperan dalam mengendalikan laju inflasi,” timpalnya

Lebih lanjut kata dia, melalui program tersebut diharapkan dapat memberikan pengaruh signifikan dalam peningkatan produksi maupun produktivitas hasil pertanian. Meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk pertanian lokal.
“Sehingga pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan kesejahteraan petani,” tegas Petrus.

Selanjutnya keberadaan BPP menurutnya, sebagai pusat gerakan pertanian di tingkat kecamatan. Serta para penyuluh pertanian yang memegang peran vital dalam melakukan pendampingan dan pembinaan.


“Mentransfer ilmu ke petani, juga menjadi faktor kunci yang turut menentukan keberhasilan pencapaian target pembangunan dibidang pertanian secara komprehensif,” urainya.

Kadis menambahkan, dalam upaya mengoptimalkan peran dan fungsi BPP maupun menciptakan tenaga PPL yang memiliki kompetensi, Distan Kubar secara konsisten terus berupaya memenuhi kebutuhan prasarana dan sarana BPP.
“Serta menyelenggarakan kegiatan bimtek dan pelatihan kepada para penyuluh,” ucapnya.

Kadistan juga sangat menyadari, untuk membangun sektor pertanian tidak akan efektif jika hanya dilaksanakan sendiri oleh Distan. Perlu adanya dukungan program dan kegiatan dari perangkat daerah terkait lainnya.
“Melalui perencanaan, penganggaran dan implementasi yang bersifat tematik, holistik, integratif sehingga pembangunan di bidang pertanian. Bisa dilaksanakan secara terpadu dan output tepat sasaran,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar masyarakat Kubar menggantungkan hidup dari bercocok tanam. Oleh karena itu sudah selayaknya sektor pertanian menjadi prioritas utama pembangunan di Kubar.(hms10/red MP)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *