Senin, 25 Oktober 2021

Karyawan Honorer di MMB Miliki 0,41 Gram Sabu

17 August 2021
Tersangka RH (41) pemilik sabu 0,41 gram dan Barang Bukti lainnya.(Foto : Satres Narkoba Polres Kubar)

 

Kubar, mahakampos.com – Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), berhasil mengamankan tersangka pemilik narkotika jenis sabu.Yakni tersangka RH (41) merupakan warga Kampung Sakaq Lotoq, Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB).

Tersangka RH diamankan bersama barang bukti (BB) sabu dengan berat kotor 0,41 gram di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jalan Simpang Tiga Kampung Jengan, Kecamatan Mook Manar Bulatn, sekitar pukul 12.34 Wita pada Sabtu (14/8/2021).
“Tersagka RH merupakan karyawan honorer. Informasi dari masyarakat, diketahui bahwa tersangka akan melakukan transaksi narkotika. Sehingga Anggota Polsek Melak mendatangiTKP dan melakukan penangkapan,” ungkap Kapolres Kubar, AKBP Irwan Yuli Prasetyo, melalui Kasat Narkoba Polres Kubar, AKP Bitabriyani SH kepada wartawan di Mapolres, Sendawar, Senin (16/8/2021).

Kasat menambahkan, seorang pria yang di curigai akan melakukan transaksi narkotika yang pada saat itu memakai tas gendong berwarna merah. Setelah di tanya bernama RH. Saat dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, di dapati narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,41 gram.
“Di bungkus rapi di dalam plastik bening yang kemudian di bungkus tisu dan di lakban rapi,” urainya.

AKP Bitabriyani menyebut dari tersangka RH, Polisi juga mengamankan BB berupa alat hisap/bong menggunakan botol bekas larutan penyegar serta handphone note 5 warna merah yang di duga digunakan tersangka sebagai alat komunikasi guna melancarkan transaksi narkotika tersebut.
“Selanjutnya tersangka dan barang bukti di bawa ke Mapolsek Melak untuk di lakukan proses hukum/penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara.
“Paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta,” tandas Kasat Narkoba.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *