Senin, 18 Oktober 2021

Survei Index, Elektabilitas Demokrat, PKS dan PSI Naik

13 March 2021

Jakarta. Elektabilitas Partai Demokrat, PKS dan PSI dalam empat bulan terakhir mengalami kenaikan sedangkan Parpol besar lainnya justru mengalami penuruan elektabilitas.

“Demokrat, PKS, dan PSI mendulang dukungan di tengah turunnya elektabilitas partai-partai politik,” ungkap peneliti indEX (Indonesia Elections and Strategic) Research Hendri Kurniawan dalam siaran pers di Jakarta, Jumat kemarin (12/3/2021).

Menurut Hendri, PDIP yang fluktuatif di kisaran 28-33%, kini melorot menjadi 24,7%. Demokrat yang semula stabil 3%, melejit menjadi 7,1%. PKS dari kisaran 5% kini naik lagi menjadi 6,2%. PSI dari awalnya 2%, merangkak ke 4%, kini tembus ke 5,0%.

“Tingginya elektabilitas PDIP tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai parpol yang memimpin koalisi pemerintah, dan keberhasilan PDIP memenangkan dua pemilu berturut-turut. Hal serupa dialami mitra koalisi PDIP yaitu Gerindra dan Golkar, dan sama-sama mengalami tren penurunan elektabilitas. Gerindra dari kisaran 14% kini turun menjadi 12,3%. Sedangkan Golkar dari 9% kini tinggal 7,8%. Di kubu oposisi, Demokrat dan PKS mengancam posisi partai-partai utama pemerintah,” lanjut Hendri.

Aksi kubu Moeldoko yang berasal dari lingkaran Istana di Kantor Staf Presiden (KSP) dengan menggelar KLB Demokrat ditengarai bagian dari upaya menjinakkan oposisi. Strategi Demokrat tampaknya meniru PDIP yang menjadi oposisi dalam dua periode dan kemudian menang pemilu. “Dengan faktor utama AHY, Demokrat menuai kenaikan elektabilitas, sehingga tampaknya kubu pemerintah memandang serius posisi Demokrat,” tandas Hendri.

Parpol papan tengah lainnya adalah PKB (5,4%), Nasdem (3,6%), PPP (2,0%), dan PAN (1,1%). Geliat parpol baru memunculkan Partai Ummat yang menyodok dengan elektabilitas 1,3%. Pada papan bawah ada Hanura (0,6%), Berkarya (0,3%), dan parpol baru Gelora (0,3%). Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawa sebesar 21,8%.

Survei IndEX Research dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9%, pada tingkat kepercayaan 95%.

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *