Senin, 18 Oktober 2021

Vonis 8 Tahun Penjara Terhadap Mantan Dirut Perusda SMS Kubar

27 September 2021
Keterangan Foto : Terpidana kasus dugaan Tipikor perusda SMS Kutai Barat, Herjon Noperi saat mengikuti persidangan melalui zoom meeting dengan Majelis Hakm PN Tipikor Samarinda, beberapa waktu lalu. (Foto : Kasi Intel Kejari Kubar).

Kubar, Mahakampos.com – Mantan Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Sendawar Maju Sejahtera (SMS) Kutai Barat (Kubar), Herjon Noperi yang terseret dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1, 237  pada Tahun Anggaran 2010-2015, kini  dijatuhi vonis 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Samarinda menjatuhkan hukuman penjara delapan tahun terhadap terpidana 

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kubar melalui Kasi Intel Kejari Kubar, Ricki Rionart Panggabean menjelaskan,  sidang putusan perkara bernomor 22/Pid.Sus-TPK/2021/Smr berlangsung Kamis 23 September 2021 melalui zoom meeting,  karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Terpidana  Herjon Noperi divonis pidana badan 8 tahun penjara, Denda Rp.400 juta,  subsider 4 bulan, uang pengganti sebesar Rp 1,37 miliar  subsider 1 tahun 4 bulan,” urainya kepada wartawan di Sendawar, Senin (27/9/2021).

 

Ricki menyebut, terpidana Herjon Noperi hanya bisa mengembalikan uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 200 juta. Vonis Majelis Hakim 8 tahun penjara lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU Kejari Kubar, yaitu 9 tahun penjara.

Dia menambahkan,  di persidangan PN Tipikor Samarinda,  bahwa mantan Direktur Perusda SMS Kubar tersebut terbukti telah melakukan tindak Pidana Korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.237.000.000  di Tahun Anggaran 2010-2015.
” Sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya.

Kasi Intel menegaskan, saat ini  terpidana Herjon Noperi sudah berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tenggarong, guna  menjalani hukumannya. (imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *