Senin, 18 Oktober 2021

Dua Karyawan RS-NDD Long Pahangai Hilang Terseret Arus Sungai Blu’u

28 September 2021
Keterangan Foto : Warga bersama Tim Gabungan TN-Polri, mengevakuasi korban atas nama Thomas Adi Setiawan, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di perairan Sungai Blu’u, Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai, Senin 27 September 2021. (Foto-foto : Dok.Kapolsek Long Pahangai.

 

Satu korban ditemukan dalam kondisi meinggal dunia

 

Mahulu, Mahakampos.com – Dua pegawai Rumah Sakit Nawacita Datah Dawai (RS NDD), Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang hilang diduga tenggelam terseret arus Sungai Blu’u (Anak Sungai Mahakam) di Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai, Minggu (26/9/2021), satu diantara korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolres Kutai Barat (Kubar) AKBP Irwan Yuli Pasetyo SIK, melalui Kapolsek Long Pahangai, Iptu Lapalengo menjelaskan, bahwa dua korban yang hilang tersebut, ditemukan oleh warga di perairan Sungai Blu,u, Kampung Long pakaq, Kecamatan Long Pahangai, Senin (27/9/2021) sekitar pukul 16.20 Wita.
“Korban yang sudah ditemukan yaitu bernama Tomas Adi Setiawan (25), pria, warga Kampung Long Tuyoq. Merupakan perawat di RS NDD Kecamatan Long Pahangai,” jelas Iptu Lapalengo kepada Mahakampos.com via seluler, Senin (27/9/2021) pukul 23.00 Wita, malam tadi.

Kapolsek Iptu Lapalengo menjelaskan, kronologisnya, pada Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 08.00 Wita, 3 sekawan (Nikolaus Edi, Tomas Adi Setiawan, dan M Rimas Munandar) berangkat pergi memancing ikan di Sungai Blu’u, Kampung Long Pakaq. Menggunakan 1 unit sepeda motor vixon, dan 1 unit motor matic scoopy. Sekitar pukul 17.00 Wita, ketiganya hendak pulang ke RS NDD di Long Lunuk.

Akan tetapi debit air Sungai Blu’u besar. Ketiganya berusaha menyeberangi sungai itu dengan cara berenang. Namun nahas, ketika menyeberangi Sungai Blu’u, Tomas Adi Setiawan dan Nikolaus Edi terseret arus dan hanyut.
“M.Rimas Munandar yang sudah berhasil menyeberang, berusaha menolong. Tetapi terhalang arus deras,” ungkapnya.

Iptu Lapalengo menuturkan, M. Rimas Munandar akhirnya meminta pertolongan kepada warga yang berada di ladang sekitar itu. Kemudian masyarakat yang berada diladang langsung membantu melakukan pencarian bersamanya.
“Namun Tomas Adi Setiawan dan Nikolaus Edi tidak ditemukan juga pada Minggu sore hingga malam,” ungkapnya.

Berlanjut pada Senin (27/9/2021) warga menyisir Sungai Blu’u, melakukan pencarian terhadap dua korban. Sekitar pukul 13.00 Wita, korban atas nama Thomas Adi Setiawan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
“Ditemukan di pinggir sungai (dibawah kayu) dalam posisi terlentang,” beber Iptu L Palengo.

Sejumlah warga yang menemukan korban, langsung melaporkan hal itu kepada warga lainnya dan Tim Gabungan TNI-Polri yang juga sedang melakukan pencarian.
“Sekitar pukul 16.30 Wita, warga bersama Tim Gabungan TNI-Polri mengevakuasi jenazah korban ke RS-NDD di Kampung Long Lunuk, menggunakan perahu ketinting,” ungkap kapolsek.

Satu Korban Belum Ditemukan
————————————————
Sementara itu, korban atas nama Nikolaus Edi belum ditemukan. Tim Gabungan bersama warga, pada Selasa (28/9/2021) akan terus menyisir Sungai Blu’u.
“Renrenca pencarian akan dilanjutkan kembali. Dengan menggunakan perahu ketinting dan dibantu warga masyarakat Kampung Long Lunuk dan Long Pakaq,” tandas Iptu Lapalengo.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso membenarkan kabar hilangnya dua karyawan RS NDD, Kecamatan Long Pahangai.
“Iya (benar). Saya juga baru tahu malam ini (Senin malam, Rd,-.). Kronologisnya seperti apa, kami masih mencoba menghubungi pihak manageman RS NDD,” ujar kadiskes.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Rumah Sakit NDD Long Lunuk, dr Melki, belum berhasil dikonfirmasi.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *