Senin, 18 Oktober 2021

Sembuan Membara, 10 Rumah Ludes Jadi Arang

26 September 2021
Keterangan Foto : Kebakaran besar di RT.02 Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan, Kubar, Minggu 26 September 2021, menyisakan puing-puing 10 rumah warga jadi arang dan abu. (Foto-foto : Susilo/Dok.Mahakam Pos)

 

Tidak ada korban jiwa, diduga korsleting Listrik

 

Kubar, Mahakampos.com – Mekipun tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 10 unit rumah warga di RT.02 Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat ((Kubar), ludes jadi arang dalam kebakaran besar yang terjadi pada Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 15.00 Wita, sore.

Petinggi (Kepala Kampung) Sembuan, Jersinius, menjelaskan bahwa diduga sumber api berasal dari korsleting listrik PLN di salah satu rumah warga. Dia menyebut, rumah warga merata berbahan baku kayu, sehingga api cepat menjalar.

Tidak ada korban jiwa. 10 rumah yang habis terbakar termasuk dua rumah yang tergabung dengan Rumah Burung Walet (RBW),” jelasnya kepada Mahakampos.com, dikonfirmasi via seluler, Minggu (26/9/2021) malam tadi.

Menurut Petinggi Jersinius, jumlah kepala keluarga (KK) warga yang kehilangan tempat tinggal belum di total. Karena didalam satu rumah ada yang berpenghuni lebih dari satu keluarga.
“Perkiraan, belasan KK. Sekarang (malam ini, Red,-.) warga yang kehilangan tempat tinggal, tidur dibawah tenda, sebagian ditempat keluarga. Dari pemerintahan kampung, Dinas Sosial dan BPBD Kubar sudah mendirikan tenda. Termasuk logistik dan dapur umum sudah ada didirikan,” katanya.

Jersinius juga menyebut, api cepat membesar melalap rumah berbahan baku kayu. Lebih parah lagi, mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang dikirim dari Pemkab Kubar tidak bisa menyeberang ke TKP, karena terhalang oleh Sungai Nyuatan.
“Mobil damkar tidak bisa menyeberang. Tidak ada jembatan, dan juga kapal feri penyeberangan ukuran kecil, tidak mampu memuat mobil besar,” ujarnya.
“Sekitar 3 jam api baru bisa dipadamkan. Itu berkat gotong-royong warga dengan cara pemadaman manual dibantu mesin pompa air manual (alkon),” tukasnya.

Petinggi berharap, warga yang kehilangan tempat tinggal agar bersabar dengan musibah itu. Ia juga menghimbau agar perusahaan yang ada di sekitar tergerak hati dan peduli dengan musibah kebakaran di Kampung Sembuan.
“Agar perusahaan yang ada di kawasan kampung ini bisa tergerak hati membantu warga yang tertimpa musibah ini. Kami pemerintah kampung sudah berkoordinasi dengan Pemkab Kubar terkait bencana ini,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Camat Nyuatan, Tomi Taruna, saat terjadi kebakaran besar itu berada langsung dilapangan. Menurutnya, saat terjadi kebakaran, banyak rumah warga yang ditinggalkan dalam kondisi kosong tak berpenghuni.
“Karena banyak warga yang ke ladang,” katanya kepada Mahakampos.com.

Camat menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran besar itu. Namun harta benda warga ludes jadi arang. Mulai dari pakaian, sepeda motor, mesin ces (ketinting), dan harta benda lainnya habis terbakar.
“Termasuk beberapa kios/toko disekitar TKP ludes. Tadi Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar, Pak Adrianus Joni juga turun langsung kelapangan,” urainya.
“Puluhan KK warga yang kehilangan tempat tinggal, saat ini berdiam dibawah tenda. Juga ada yang ketempat keluarga,” tambahnya.

Camat menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Kubar. Termasuk kepada perusahaan didalam wilayah Kecamatan Nyuatan, agar bisa berpartisipasi meringankan beban warga yang tertimpa bencana itu.
“Utama yng dibutuhkan warga adalah sembako dan pakaian. Karena tidak ada satupun harta benda yang bisa diselamatkan dalam kebakaran ini,” pupusnya.

Salah seorang warga RT.02 Kampung Sembuan, Susilo, kepada Mahakam Pos mengatakan, kesulitan pemadaman dalam kebakaran itu, karena mobil damkar Pemkab Kubar tidak bisa ke TKP.
“Tidak bisa menyeberang Sungai Nyuatan, karena tidak ada jembatan. Kapal feri yang ada terlalu kecil untuk dimuati mobil damkar. Hanya mesin alkon yang menaikkan air membantu pemadaman,” urainya.(imn/red)

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *