Senin, 18 Oktober 2021

TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Asing di Natuna

13 March 2021

Natuna. Satuan Radar (Satdrad) 212 TNI AU Ranai mendektesi objek yang tidak dikenal di layar monitor adanya pesawat asing (lasa X) yang melanggar wilayah udara Natuna kemudian melaporkan ke Kosekhanudnas I dan ditindak lanjuti ke Kohanudnas di Jakarta sehingga memerintahkan kepada skadron udara 1 Lanud Supadio untuk melaksanakan shadow terhadap pesawat tersebut untuk dilaksanakan force down di Lanud RSA.

Setelah mendarat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (RSA), pesawat digiring menuju apron dengan menggunakan fallow me car dan dikawal ketat Polisi Militer TNI AU(Pomau) RSA dan Pasukan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) Lanud RSA mengepung pesawat militer cargo asing tersebut.

Demikian gambaran simulasi latihan Force Down (pemaksaan mendarat) pesawat terbang militer cargo asing memasuki wilayah NKRI tanpa izin yang diselenggarakan TNI AU di Lanud RSA, Ranai-Natuna, Rabu kemarin (10/3/2021).

Force Down merupakan bagian dari Operasi Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah Udara (Opsgabkumpamwilud) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2018 tentang pengamanan wilayah Republik Indonesia.

Dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Keputusan Dirjen Perhubungan Udara, di mana pesawat asing tanpa izin yang melanggar wilayah kedaulatan NKRI akan diusir atau dipaksa mendarat di bandara tertentu di wilayah NKRI.

Sedangkan izin yang dimaksud adalah filght clearance atau flight approval dari Dirjen Perhubungan udara serta security clearance yang dikeluarkan oleh Mabes TNI.

Dalam pelakasanaan simulasi ini, Lanud RSA melibatkan pesawat Boeing AI -7303 TNI AU dari Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Hasanuddin Makassar dan Satrad 212 Ranai-Natuna.

berita terkait
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *